Banyak yang bilang, enggak terasa, ya, udah satu semester lewat! which is totally absolutely wrong. At least to me. Terasa banget, ah, setiap harinya. Terasa, kok, pas mau ujian blok, OSPE, apalagi mendekati libur. Nothing passes too fast. Semua momentum terjadi seperti semestinya.
Anehkah kalau berpendapat seperti kalimat pertama? Enggak juga. Waktu bersifat relatif. Katamu tiga jam, kataku 180 menit. Esensinya sama tapi maknanya beda. 180 menit mengesankan batasan yang jelas. Tiga jam seolah menegaskan semua baik-baik dan biasa saja.
Hal paling sulit adalah membiasakan diri. Sampai sebulan lalu, rasanya masih aneh kalau jam 12 sudah kembali berada di kamar. Apalagi jam 10 (pagi yeu, pagi) ujug-ujug pulang, mama malah ketawa di rumah. Udah kebiasaan tiga tahun di Jubel pulang jam setengah lima. Itu pun belum masuk les tiga kali seminggu, jadi pulang jam delapan. (DELAPAN MALAM YE.)
Senin, 24 Februari 2020
Jumat, 23 Agustus 2019
Edisi Kuliah: IYA, NINDA UDAH KULIAH!
Judul yang terlampau bombastis untuk ukuran aku yang biasa-biasa aja, I know hehe, forgive. Iyak, Ninda semakin jauh meninggalkan fase krucilnya... weird, actually, because it’s the same self all the time. Umurku 18, sekarang jadi mahasiswa—gelar yang selalu diulang-ulang. Bukan anak-anak lagi, katanya. Harus bertingkah dewasa, setingkat di bawah mahatahu?
Sayangnya, masih banyak orang—me totally included—terjebak di tahap 100% remaja. Yang masih dimaafkan buat seluruh kesalahan, dimaklumi, dibiarkan, dibela--you name it.
SBMPTN udah kea roller coaster babes! Aku menulis dua post tentang ini, yang satu di Zenius dan satu lagi di Edukasystem. Dua-duanya menang kontes, jadi mikir, kayaknya kacau banget masa-masa pra-UTBK-q. Aku diterima di pilihan pertama, Pendidikan Dokter Unsri. Iya, enggak jauh-jauh dari rumah. Masuk setengah lapan, berangkat tuju lewat sepuluh. Santuy.
Sayangnya, masih banyak orang—me totally included—terjebak di tahap 100% remaja. Yang masih dimaafkan buat seluruh kesalahan, dimaklumi, dibiarkan, dibela--you name it.
SBMPTN udah kea roller coaster babes! Aku menulis dua post tentang ini, yang satu di Zenius dan satu lagi di Edukasystem. Dua-duanya menang kontes, jadi mikir, kayaknya kacau banget masa-masa pra-UTBK-q. Aku diterima di pilihan pertama, Pendidikan Dokter Unsri. Iya, enggak jauh-jauh dari rumah. Masuk setengah lapan, berangkat tuju lewat sepuluh. Santuy.
Rabu, 29 Mei 2019
Brutally Honest Truth: Grade 12
Let me introduce y’all to someone: an officially almost 18-year-old me! *high five buat yang seangkatan*
Kalau kamu mengikuti blog ini sejak awal banget, berarti kamu sudah membaca sejak umurku masih dua belas. Krucil banget ya, hehehe. Enam tahun berlalu… no, not gonna say flies so fast because honestly I can feel how slow the progress of six years is, if seeing it as bigger picture, as a whole, not just where I am currently standing.
Each year was both lesson and fun! Yang menggelitik adalah kenyataan bahwa tahun ini aku tidak lagi ‘bersekolah’. The end is here. Good bye sekolah menengah.
Jadi, ehm, let’s start it more properly: halo semuanya.
Kalau kamu mengikuti blog ini sejak awal banget, berarti kamu sudah membaca sejak umurku masih dua belas. Krucil banget ya, hehehe. Enam tahun berlalu… no, not gonna say flies so fast because honestly I can feel how slow the progress of six years is, if seeing it as bigger picture, as a whole, not just where I am currently standing.
Each year was both lesson and fun! Yang menggelitik adalah kenyataan bahwa tahun ini aku tidak lagi ‘bersekolah’. The end is here. Good bye sekolah menengah.
Jadi, ehm, let’s start it more properly: halo semuanya.
Minggu, 12 Agustus 2018
HOW BEING IN THE SENIOR YEAR FEELS LIKE
GRADE 12 IS NOT ON THE WAY ANYMORE—IT’S IN HERE! :)
(ini bakal panjang but I assure you this is going to be so relatable even if you’re not a senior yet)
Sebulan enggak nulis (nulis yang berbau curhat rada formal, not only referring to prose) dan tiba-tiba tergerak untuk nulis dan to emphasize, berhasil terealisasi sekarang, does feel so good. Like wandering away with mind lost along the way then finally coming back home, welcomed by warm kisses.
Mungkin terkesan berlebihan but there are some things that’s so involved with you that it’s not ‘some things’ anymore; it gradually creates bond with you. Malah bukan cuma ikatan, pada akhirnya, it becomes you.
Untukku sendiri, writing is not just a hobby. It’s more of an escape, pouring out all my feelings without fear. Meledakkan seluruhnya, apalagi kalau terlalu banyak yang dirasakan.
(ini bakal panjang but I assure you this is going to be so relatable even if you’re not a senior yet)
Sebulan enggak nulis (nulis yang berbau curhat rada formal, not only referring to prose) dan tiba-tiba tergerak untuk nulis dan to emphasize, berhasil terealisasi sekarang, does feel so good. Like wandering away with mind lost along the way then finally coming back home, welcomed by warm kisses.
Mungkin terkesan berlebihan but there are some things that’s so involved with you that it’s not ‘some things’ anymore; it gradually creates bond with you. Malah bukan cuma ikatan, pada akhirnya, it becomes you.
Untukku sendiri, writing is not just a hobby. It’s more of an escape, pouring out all my feelings without fear. Meledakkan seluruhnya, apalagi kalau terlalu banyak yang dirasakan.
Selasa, 01 Mei 2018
to everyone who feels like falling apart
Since each of us walked life in different lines, we all are teachers to some others, aren’t we?
My mom once told me that adolescence is when you’re trying to figure everything out. When you don’t feel like the person you’re transforming into. When you have that at least tiny feeling in your gut: this is not where you belong. The kind of where you mean is not always a place. It might be time. It might be a person. It might be a self. It might be perception. It might be your heart. It might be hard.
You are horribly clueless.
You are told what to do, what you should be. What is right and what is wrong. The world gradually turns ashy, pale. Fading.