Home besties about daftarisi tipsnulis petunjuk contact

Kamis, 07 November 2013

Benarkah Kamu Enggak Punya Bakat Menulis?

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Heiii! aku mau bahas nih, tentang 'bakat menulis'. aku dapet dari blognya Om Jonru, hehehe :D
ini dia, cekidot!

Saya sering mendengar orang yang berkata, “Saya ingin menjadi penulis, tapi rasanya kok sulit sekali karena saya tidak punya bakat.”

Dulu, saya selalu menjawab ucapan seperti ini dengan perkataan, “Bakat itu tidak penting. Yang penting adalah kerja keras dan motivasi yang kuat.”

Ya, itu memang benar.

Tapi kini, ada pemikiran baru yang tiba-tiba hadir di kepala saya.
Apakah orang yang berkata seperti itu memang benar-benar tidak punya bakat menulis?
Sebelum dijawab, saya akan kutipkan sebuah pengalaman saya yang pernah ditulis di sini beberapa waktu lalu.

Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak bisa juga walau sudah berkali-kali mencoba. Teman-teman lain dengan amat mudah mengenali kunci C dan berbagai macam kunci lainnya di snar gitar, sementara saya sama sekali tidak bisa melihat di mana bedanya. Teman-teman lain dengan sangat mudah memainkan nada dari lagu tertentu hanya setelah mereka mendengarnya satu kali saja. Sementara saya? Blank sama sekali soal begituan.

Saya teringat sesuatu:
Selain sama sekali tak bisa karena saya memang tak berbakat bermain gitar, seumur hidup saya pun memang tak pernah kepikiran untuk menjadi seorang pemain gitar. Ketika memutuskan untuk berhenti belajar bermain gitar, sampai hari ini saya sama sekali tidak menyesal. Saya merasa bahwa tak ada satu cita-cita atau ambisi atau mimpi pun pada diri saya yang harus dikorbankan. Saya tidak merasa kehilangan apapun!

Dari pembahasan di atas, saya akhirnya meyakini suatu hal:
Bila kita sama sekali tidak berbakat di bidang tertentu, itu artinya kita memang tak akan pernah tertarik untuk menekuni bidang tersebut.

Namun sebaliknya:
Bila Anda pernah merasa tertarik – walau dalam skala yang paling kecil sekalipun – untuk menekuni bidang tertentu, itu artinya Anda punya bakat di bidang tersebut.

Soal seberapa besarkah bakat Anda tersebut, ini adalah masalah yang berbeda :)

Yang jelas, bila Anda pernah berkata – setidaknya pada diri sendiri, “Saya ingin menjadi penulis,” atau “Saya ingin rajin menulis,” maka sebenarnya Anda punya bakat menulis! Kalau tak punya bakat menulis, pasti Anda tak akan pernah tertarik untuk menjadi penulis, atau rajin menulis.

Bila selama ini Anda merasa sulit menulis, sulit memahami teori-teori penulisan yang ada, itu sama sekali bukan menandakan Anda tidak punya bakat menulis. Tapi:

1. Mungkin Anda belum menemukan strategi yang jitu agar menulis menjadi mudah dilakukan.

2. Mungkin Anda belum terlalu termotivasi untuk belajar dan praktek menulis secara bersungguh-sungguh.

3. Mungkin bakat menulis Anda hanya sedikit. Jadi yang benar bukan “Anda tidak punya bakat”, melainkan “bakat Anda kecil”.

* * *

Jadi saran saya, mulai sekarang berhentilah berkata, “Saya tidak punya bakat menulis. Sebab bila Anda tertarik untuk membaca tulisan ini pun, itu artinya Anda sebenarnya punya bakat menulis.”
sumber:jonru.net
Lagipula, bukankah BAKAT ITU MEMANG TIDAK PENTING?



Gimana? Setuju enggak? Ada yang mau diomongin? Komen!
thx.
#Ninda
Wassalamu 'alaikum .... :)

12 komentar:

  1. Nin, kalo mau kirim naskah kkpk, biodata sama Pengenalan tokoh bentuknya narasi atau yang biasa? terus, ucapan terima kasih di kirim saat pengiriman atau setelah dihubungi bahwa naskah diterima?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biodata sama pengenalan tokoh, sih, narasi aja. tapi di biodata kita jangan lupa ditambahkan nomor telepon, ya.
      kalau ucapan terima kasih baru kita kasih pas naskah udah diterima yaa ;)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Nin, mau nanya lagi deh #jderr
      kkpk itu pake file digital juga kan yaa?
      terus terus sinopsis max. berapa hal?
      dan, satu lagi, pengantar ortu itu perlu (banget) gak?
      thanks Nin XD

      Hapus
    2. nanya aja terus, gapapa kaliii. gue juga seneng kalo bisa bantu orang *halah*

      file digitalnya dikirim kalo naskah kita sudah diterima sama penerbitnya. sinopsis? satu halaman ajalah ... kalo aku, sih, enggak buat hehe ._. <--sesat
      pengantar ortu itu biasanya diberikan kalau karya yang diterbitin itu karya pertama kamu. kalau itu karya kedua, ketiga, dst. sih gausah pake hehe. dan itu dikirim waktu naskahmu udah diterima.
      gitu :))

      Hapus
  3. sekali lagi deh nanyanya *ditabok.-.
    kalo pengantar ortu, ucapan terima kasih itu via pos juga kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, terus pas ngirimnya, apa penerbit tau, itu dari siapa? .-.

      Hapus
    2. itu entar via emaill :D
      taulah, kan di bagian depan amplop kita tulis nama kita .-.

      Hapus
  4. MAKASIH ADUH KAMU BAIK DEH MUAH XD

    BalasHapus

Terima kasih bila sudah menyempatkan diri untuk berkomentar! 💕 :)

No captcha, no moderation, and no login here! Tinggal isi kolom komentar lalu publish, sesimpel itu! Bisa juga pakai anonim jika diperlukan (tho I don't recommend it) :).