Home besties about daftarisi tipsnulis petunjuk contact

Jumat, 27 September 2013

Korban Kurikulum 2013

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Hai semuanya! Aku mau ngepos cerpen, nih. Cerpen nyata tentang diriku tercinta, hahaha .___.
Yaudah aku gamau bacot lagi XD cekidot!
***
“Aku bangga banget bisa sekolah di SMP Negeri 9 Palembang ini!” ucapku senang dalam hati. Soalnya, ini kan sekolah yang waw-waw-waw banget! \m/ (wakakak)
Ini adalah bulan Agustus alias bulan kedua aku bersekolah di sini. Di bulan Juli, aku dan teman-teman sekelasku, VII.10, belum belajar secara serius, alias waktu belajar lima jam di sekolah dalam sehari itu jarang diisi dengan pelajaran. Seringkali gurunya enggak masuk kelas. Dengar-dengar, sih, di bulan Agustus ini belajar secara serius baru akan dilakukan.

Aku membuka pintu kelasku yang terletak di lantai dua. “Assalamu alaikum!” seruku riang.
Aku melangkahkan kaki ke dalam kelas, dan kudengar jawaban salam dari teman-temanku.

Aku duduk di sebelah Thara, teman SD ku dulu. Aku duduk di barisan paling kanan, nomor dua dari depan.

“Hai,” sapaku singkat pada Thara.
“Hai juga,” balas Thara.

Aku sudah mulai mengenal teman-teman sekelasku. Sejauh ini, aku merasa mereka baik-baik, walaupun kadang mereka juga iseng. Sebetulnya, sih, aku belum terlalu tahu sifat mereka.

Sekolah ini disiplin banget menurutku. Masa sih, kalau kita telat, kita bakal dihukum? Aih -_-". Kalo di SD-ku dulu, sih, enggak ada yang namanya ‘kalau telat berurusan dengan BK’. (maklum, baru adaptasi sama sekolah baru :p)

Setelah bel masuk berbunyi, ketua kelasku memimpin baca doa. Kemudian wali kelasku masuk dan memperkenalkan diri. Setelah perkenalan begini-begitu, beliau bilang sesuatu.

“Kita akan bagi kelas ini jadi kelompok-kelompok. Kita juga akan sering mengadakan tugas kelompok, sesuai dengan kurikulum 2013.”

Suer deh ya, kata-kata itu jleb banget. Kelompok? Astaga. Aku lebih suka sekelompok bareng Thara, berdua aja sama dia. Males banget dah kalau harus sekelompok sama orang lain!

Tetapi, ya sudahlah. Terima saja nasib sebagai korban kurikulum 2013. hahaha XD. Tapi aku tenang saja, soalnya, pembagian anggota kelompoknya berdasarkan bangku yang kami tempati. Jadi, karena ada tiga cowok yang duduk di dekatku, maka tiga cowok itu sekelompok denganku.
Satu kelompok terdiri dari lima orang. Kelompokku beranggotakan aku, Thara, dan tiga cowok yang namanya kusamarkan, yaitu Andri, Yudi, dan Heri.

Letak bangku yang awalnya menghadap papan tulis pun jadi berubah. Sekarang letaknya begini: (pic dibawah)

Andri itu cowok yang tegas dan punya jiwa pemimpin—walau badannya kecil. Sementara Yudi dan Heri, kalau dilihat dari wajahnya, ketahuan banget kalau enggak punya semangat sekolah. Aduh, sepertinya mereka akan merepotkan.

Tugas pertama yang diberikan wali kelasku adalah mencari biodata dan biografi tentang penyair terkenal, sesuai nama kelompok masing-masing. Nama kelompokku, sih, WS Rendra. Jadi aku mencari biodata WS Rendra.
***
Dua hari kemudian, waktunya presentasi. Ya, presentasi! Maju ke depan lalu membacakan hasil tugas kita. Suer deh ya, baru kelas tujuh ini aku presentasi sendirian ke depan!

Jadi begini. Satu kelompok (di kelasku ada enam kelompok) harus memiliki satu perwakilan untuk maju ke depan membacakan biografi penyair sesuai kelompok masing-masing. Di sinilah saat aku bingung.
Andri ingin sekali membacakannya ke depan, tapi aku juga ingin. Thara, sih, malas, lagipula suaranya juga enggak sekeras aku. Sementara Yudi dan Heri, seperti yang kuduga: mereka sama sekali enggak minat buat maju.

Ya sudah, akhirnya aku saja yang maju ke depan. Awalnya sih grogi, tapi aku berpikir: buat apa grogi, orang bacanya hanya di depan teman sekelas kok! Aku membacakan biografi itu dengan intonasi yang baik dan benar *halah* (menurutku, lho :p), supaya para pendengar tak bosan mendengarkanku.
Benar saja. Semua anak mendengarkanku. Padahal perwakilan kelompok yang sebelumnya, saat maju tak digubris lho, hihihi.

Setelah selesai membacakan biografi itu, Andri dan Thara langsung bilang kalau caraku membacakannya cukup bagus. Sedangkan Yudi dan Heri diam saja, tak peduli.
***
Kesenanganku hilang seketika beberapa minggu kemudian. Gimana enggak hilang? Asal kalian tahu saja ya, dikit-dikit tugas, dikit-dikit presentasi! Dasar kurikulum 2013!
Sudah begitu, tugasnya itu ada yang harus di-print lah, ada yang harus ditulis lengkap dan panjang lah, ada yang harus dikumpul besok pula!

Mana si Yudi sama Heri enggak bisa diandalkan. Jadi, rata-rata tugas yang dibuat kelompokku itu adalah hasil perkerjaan aku, Thara, dan Andri. Sebel deh!
Tapi ya mau gimana lagi, kelompok ini menurutku udah gabisa diubah lagi. mungkin aku bisa ngajak anak lain buat masuk ke kelompokku, tapi belum tentu dia mau, kan?

Karena kesal pada Yudi, Aku akhirnya bilang “woy kamu tuh kerja dong, masa di kelompok ini cuma aku, thara, sama Andri yang kerja? Rugi lah kitanya!”
Kayaknya itu kelihatan marah-marah, ya? tapi sebenernya enggak kok. Itu cuma bentuk protes dariku ke Yudi atas kemalasannya.
Yudi sih kelihatannya nyantai aja, enggak takut sama aku. Makanya aku biasa aja marahin dia. Toh dia cowok, enggak mungkin nangis.

Dan ternyata itu memang jalan yang terbaik. Sejak aku ngeprotes dia itu, dia jadi lebih rajin kerja di kelompok ini. tuh, kan! Aku selalu betul :p (halah)
Sekarang tinggal masalah si Heri. Dia anaknya careless banget, bingung jadinya aku mau gimana bikin dia biar jadi rajin. Entar ajalah aku pikirinnya, hahaha XD
***
Kelompokku mengalami kemajuan. Senangnya! Tapi ... aku masih belum bisa senang.
Sekarang lagi musim ulangan harian, dan Oktober nanti aku bakal MID semester. Duh! X_x

Yaudah ya, aku mau belajar dulu. See you di cerpen selanjutnya! :D

#Ninda
Wassalamu 'alaikum .... :)

7 komentar:

  1. Uh nu. bener nanget ninda, dikit-dikit suruh presentasi, kurikulum 2013 itu gak mentingin nilai, tapi sikap, ya? peer setiap hari, mmusimnya ulangan harian, pfft:v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benerrrr setuju banget -_- nyebelin dahh

      Hapus
  2. iya nin -__-V. Kur. '13 emang ribet pake banget. Oh iya, sekolah kamu didatengin sama direktorat pendidikan gak? Sekolahku didatengin dan murid-muridnya apda ditanyain 'menurut kamu kurikulum 2013 itu gimana?' :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak didatengin :| eh, jawab aja 'menurut saya kurikulum 2013 itu menjengkelkan' -_-V

      Hapus
  3. Aku enggak suka banget kutilas, uuh tematik itu memang ringan bawanya tapi nyampur-nyampur dan bikin bingung! kalau ulangannya tematik sih enak, ini ulangannya mapel jadi belajarnya ribet.

    untuk sekarang kelas 6 udah pake buku kurikulum 2006, karena ulangan pake kurikulum 2006, kak hehe. :D

    BalasHapus

Terima kasih bila sudah menyempatkan diri untuk berkomentar! 💕 :)

No captcha, no moderation, and no login here! Tinggal isi kolom komentar lalu publish, sesimpel itu! Bisa juga pakai anonim jika diperlukan (tho I don't recommend it) :).