Home besties about daftarisi tipsnulis petunjuk contact
Tampilkan postingan dengan label My Days. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Days. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

I don't know about you, but I'm feeling twenty, too!

Again, another June.

Weird that in other platforms I usually have the main ideas first and then expand them into a post later, but in this blog… it’s more of “Well, time to give the readers a random glimpse of how I’ve been doing lately, I guess?” TLDR: please forgive me for writing like a mess.

In case you missed it: I was born in June. I’ll be, like, twenty-something this month (if I survive). Exactly twenty, I meant. God, 20. 20????????? I’m closer to singing “YEAH WE’RE HAPPY FREE CONFUSED AND LONELY AT THE SAME TIME” instead of “It’s your freshman year and you’re gonna be here for the rest of the year in this town”????!!!!

Jumat, 25 September 2020

Semester Tiga: Is It So Special?


Pertama kali dirumahkan gegara pandemi, aku kira, minggu depannya bakal disuruh masuk lagi. Eh, ternyata tiba-tiba ga jelas. Katanya tunggu info lebih lanjut. Ya aku mah sans aja sih... awalnya.

Tetapi yang namanya menunggu, apalagi yang enggak jelas, ternyata menguras perasaan. Ha, haha. Ternyata ujian pun di-online-kan :) CBT ONLINE CUI. I have never imagined that. Alhamdulillah sinyal lumayan mendukung, jadi yah, ternyata ujian blok dan ujian hidup bisa dilewati.

Rabu, 26 Agustus 2020

OFFICIALLY NINETEEN!

OFFICIALLY NINETEEN! If there are some changes, maybe it’s that now I am a little bit smarter (kan ceritanya udah berpengalaman) and wiser.

Thank God I can feel me. Sehari sebelum ulang tahun, untuk kesekian kalinya selama karantina, I was messed up, battling with my own demons. Aku sebenarnya enggak suka pakai klise sebagai deskripsi, tetapi I can’t think of better phrase, so. Alhamdulillahnya, ternyata, keesokan harinya... it’s a surprise! Bukan karena banyak (menurutku, aduh temenku tuh enggak banyak, jadi lebih dari satu aja aku hitung as “many”) surprise, tetapi karena akhirnya, aku menerima.

Sabtu, 06 Juni 2020

Terlalu Cepat: Udah Juni!

Kedengaran spesial, nggak, bahwa sekarang udah Juni? Does time feel like its trying to pass everything ahead so fast? Atau malah terkesan maraton? Whatever you think of, well, time has always walked the same speed. Tapi mestinya terasa universal bahwa kali ini, waktu enggak relatif terhadap perasaan kamu. Cause it surely goes so fast.

Imagine: its HALF A YEAR ALREADY!


Akhir bulan ini umurku 19... wow. Parah, sih. Bentar lagi nih umur ganti digit depan -- I meant, cmon, I cant even cook properly! Cuma bisa yang basic, yang kelewatan deh lo kalo engga bisa! Entahlah ya, biggest guilt-ku adalah selama karantina adalah enggak belajar masak... malah main HP, namatin berbagai jenis drakor dan anime series, youtube-an... yah, segala yang terlihat enggak begitu bermanfaat.

Katanya, katanya yeu, time you enjoy wasting is not wasted time, tapi if I could turn back time, perhaps I wouldve done some more beneficial things. Well, fun fact: sebetulnya aku menulis lagi, tetapi malah jatuhnya kayak jadi reliever, bukannya nulis serius!

Kamis, 02 April 2020

half the semester: okay... enough?

Selalu tarik perhatian dari kalimat pertama: trik menulis yang aku ingat sudah lima tahun lamanya. Buat pembaca tenggelam menuju paragraf, paragraf menuju halaman, hingga akhirnya menutup dengan kebahagiaan. Kalau tidak bisa bahagia, setidaknya tebarkan pesan. Tulisan tidak mesti melulu tentang bintang-gemintang; badai topan tsunami gempa juga dipersilakan. Selalu bebas. Menulis merupakan terserah yang tidak memberi beban (karena terserah makan di mana sering berujung percekcokan).

Selamat malam! Sudah tiga bulan sejak posting terakhir (iya, aku tulis itu sebenarnya Desember/Januari). Sekarang jam delapan malam, harusnya aku belajar di kuliah online. Iya, karena covid-19, alhasil kini sistemnya perkuliahan jarak jauh. Baru empat hari padahal, kukira sudah seminggu lebih. Konsep waktu jadi tak teraba.

Senin, 24 Februari 2020

untuk yang penasaran: testimoni seorang maba

Banyak yang bilang, enggak terasa, ya, udah satu semester lewat! which is totally absolutely wrong. At least to me. Terasa banget, ah, setiap harinya. Terasa, kok, pas mau ujian blok, OSPE, apalagi mendekati libur. Nothing passes too fast. Semua momentum terjadi seperti semestinya.

Anehkah kalau berpendapat seperti kalimat pertama? Enggak juga. Waktu bersifat relatif. Katamu tiga jam, kataku 180 menit. Esensinya sama tapi maknanya beda. 180 menit mengesankan batasan yang jelas. Tiga jam seolah menegaskan semua baik-baik dan biasa saja.

Hal paling sulit adalah membiasakan diri. Sampai sebulan lalu, rasanya masih aneh kalau jam 12 sudah kembali berada di kamar. Apalagi jam 10 (pagi yeu, pagi) ujug-ujug pulang, mama malah ketawa di rumah. Udah kebiasaan tiga tahun di Jubel pulang jam setengah lima. Itu pun belum masuk les tiga kali seminggu, jadi pulang jam delapan. (DELAPAN MALAM YE.)

Jumat, 23 Agustus 2019

Edisi Kuliah: IYA, NINDA UDAH KULIAH!

Judul yang terlampau bombastis untuk ukuran aku yang biasa-biasa aja, I know hehe, forgive. Iyak, Ninda semakin jauh meninggalkan fase krucilnya... weird, actually, because it’s the same self all the time. Umurku 18, sekarang jadi mahasiswa—gelar yang selalu diulang-ulang. Bukan anak-anak lagi, katanya. Harus bertingkah dewasa, setingkat di bawah mahatahu?

Sayangnya, masih banyak orang—me totally included—terjebak di tahap 100% remaja. Yang masih dimaafkan buat seluruh kesalahan, dimaklumi, dibiarkan, dibela--you name it.

SBMPTN udah kea roller coaster babes! Aku menulis dua post tentang ini, yang satu di Zenius dan satu lagi di Edukasystem. Dua-duanya menang kontes, jadi mikir, kayaknya kacau banget masa-masa pra-UTBK-q. Aku diterima di pilihan pertama, Pendidikan Dokter Unsri. Iya, enggak jauh-jauh dari rumah. Masuk setengah lapan, berangkat tuju lewat sepuluh. Santuy.

Rabu, 29 Mei 2019

Brutally Honest Truth: Grade 12

Let me introduce y’all to someone: an officially almost 18-year-old me! *high five buat yang seangkatan*

Kalau kamu mengikuti blog ini sejak awal banget, berarti kamu sudah membaca sejak umurku masih dua belas. Krucil banget ya, hehehe. Enam tahun berlalu… no, not gonna say flies so fast because honestly I can feel how slow the progress of six years is, if seeing it as bigger picture, as a whole, not just where I am currently standing.

Each year was both lesson and fun!
Yang menggelitik adalah kenyataan bahwa tahun ini aku tidak lagi ‘bersekolah’. The end is here. Good bye sekolah menengah.

Jadi, ehm, let’s start it more properly: halo semuanya.

Sabtu, 14 April 2018

in case you miss me: hello again

What a way to miss something.

Barusan aku stalk blogku ini. Flashbacks all around. Kangen banget jadinya, lebih ke arah keluguanku dahulu (still kind of naïve so far, being honest) dan childhood days.

Sekarang aku sudah kelas 11. 11 guys, 11! 2 SMA. Tahun ini berarti insya Allah, kalau naik, hehe, bakal kelas 3 SMA. Lalu menamatkan kisah kasih keluh kesah dan segala tinta warna-warni bakal habis. Tertulis kata berakhir di kitab sekolah menengah atas.

Separation scares me, you know? So does growing up. So does how fast time runs.

Sabtu, 19 September 2015

Rahasia Perjalananku di FLS2N 2015 (Bagian 1)

Mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional, atau yang dikenal sebagai FLS2N, adalah mimpiku sejak dulu. Sayangnya, tahun 2014, aku enggak bisa ikut karena aku memilih fokus ke OSN Provinsi.

Btw, yang kutulis di sini berdasarkan ingatan ya. Jadi kalau misalnya enggak 100% fakta kuharap dimaklumi. Misalnya, it was actually on Monday but what I write here is Thursday. Trims!

Well, back to the story. Jadi, April lalu aku ditawarin guru ikut FLS2N tingkat Kota (Palembang). Tepatnya, di cabang Lomba Cipta Cerpen. Okelah ku accept haha. Sebenarnya aku juga lagi fokus ke seleksi Siswa Berprestasi, sih, tapi ngga papa deh. Abisnya ini tahun terakhir aku bisa ikut FLS2N SMP. Lagian... masa harus nunggu 2017 untuk ikut FLS2N, g a6 bgt la. 😒

Kamis, 31 Juli 2014

Reminscing about Konferensi Penulis Cilik Indonesia

Do you know KPCI? Or at least have you ever heard about it?

A few hours ago, something came into my mind: why do not write in regard to KPCI in your blog? Actually I’ve written it give or take two years ago but I didn’t give details, so, to my mind, it would be better if I rewrite this.

KPCI is an abbreviation of Konferensi Penulis Cilik Indonesia (Indonesian Young Writers Conference). KPCI is carried out by Penerbit Mizan and Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia every year since 2006 (correct me if I’m wrong). It aims primary school kids in Indonesia.

Sometime in 2012, I knew KPCI for the first time—I was at sixth grade. It offered us some contests, one of them is writing contest. The requirements weren’t so complicated; you just needed to make a short story—only A4 five pages!—and ask your headmaster to give a signature on your printed-out-story. Wasn't it easy?

Kamis, 01 Mei 2014

I'm Back, Baby

Hello! Banyak hal yang kualami selama enggak ngepost. Banyak, banyak sekali, but I think I wouldn't tell those all. *yaiyalah
Aku cuma mau cerita beberapa aja. Yang pertama, jreng....
Aku ikut OSP (Olimpiade Sains tingkat Provinsi) tanggal 19 April kemaren. Well, itu seru banget, I admit it. Yang jelas kami nginep satu malam di sana. Tanggal 18-19. Sebetulnya boleh-boleh aja sih nginep nyampe tanggal 20, tapi tempat aku nginep itu kan di Palembang itulah dan rumah aku juga di Palembang, jadi, ya... aku langsung pulang pas tanggal 19.
And guess, what happened di tanggal 19?

Minggu, 06 April 2014

OSN?

Oke. Sebenernya ini udah lama banget, aku tahu. Dan I’m so sorry karena baru cerita sekarang. Ya udahlah, skip.

Jadi... jrengjrengjreng....
Pada suatu hari di bulan Februari kemaren, tiba-tiba Miss-ku (fyi, dia yang ngajar aku di ekskul matematika. Oh ya rada impossible sih Ninda ikut eskul MTK haha—oke gue tahu gue pemales—tapi itu kenyataannya), ehhh Miss-ku bilang,

“Nada, tulisin emailmu di sini, ya,” Miss Novita (aku lupa ini Miss Novita or Miss Dina ._.) nyodorin kertas. Yeah, saya memang dipanggil Nada di sekolah oleh para guru. Okay, mungkin ini karena nama depanku Nada.
Aku ngangkat-ngangkat alis. “Untuk apa, Miss?” Fyi, Miss saya ini masih muda loh... masih kuliah haha :p

Dan ternyata itu beliau mau ngirimin aku (read: Ninda dan juga teman-temannya) soal-soal OSN tahun-tahun kemarin. Here I am speechless. OSN? Oh, my, God.

Sabtu, 22 Maret 2014

Aku dan Dia

Dia hanyalah salah satu dari sekian banyak orang yang namanya kuketahui bukan lewat proses perkenalan, melainkan lewat rangkaian huruf yang tersemat di bajunya, yang kulirik diam-diam.

Dan yang kuketahui dari dia cuma namanya saja.

Aku dan dia hanya dua insan yang kebetulan menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Aku sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentangnya—selain namanya, dan dia juga tidak tahu tentangku sedikitpun. Dan, aku juga tidak berminat untuk menelusuri tentangnya lebih jauh. Karena bagiku dia hanya seperti sepoi angin yang berhembus menenangkan untuk sesaat...
Lalu pergi lagi.

Hal yang sering kami lakukan cuma beradu pandang dalam detik-detik yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, lalu kami sibuk lagi dengan aktivitas masing-masing. Tetapi, aku baru sadar bahwa ada satu hal dari dia yang benar-benar tak biasa.
Senyum simpulnya tak pernah terlepas dari bibirnya.
Harus kuakui, dia benar-benar memikat.

Tapi aku tetap pada prinsipku. Aku tidak akan menelusuri hal-hal yang berhubungan dengan dirinya. Biarlah hubunganku dan dia tak lebih dari ‘kawan satu sekolah’. Biarlah aku dan dia hanya bisa saling pandang sesaat kalau bertemu secara tak sengaja. Biarlah aku dan dia tetap saling berbicara dalam hati, lewat hening dan sunyi. Biarlah tak ada kata yang bisa kukenang dari bibirnya.
Biarlah, aku tak peduli. Aku janji, aku tak akan pernah peduli.

Sampai akhirnya, hari itu datang dan semuanya berubah.

Jumat, 21 Maret 2014

Hari Terakhir

Aku masih ingat, hari Rabu waktu itu adalah hari terakhir Ujian Nasional untuk Sekolah Dasar.
Tepat saat bel pulang berbunyi, suasana jadi gegap gempita. Sorak sorai kebahagiaan terus dipekikkan. Aku termasuk salah satu orang yang antusias dengan hari terakhir Ujian Nasional. Karena pada hari itu semua beban melayang bebas, seluruh kesedihan pergi menghilang, dan semua penat terbayar lunas.

Tos-tosan ria ditepukkan oleh banyak anak, dan aku juga. Nyaris saja aku menitikkan air mata karena terlalu bahagia. Aku, dan tiga temanku sengaja pulang lama. Kami masih ingin menikmati suasana indah.
Yang menjadi salah satu dari hari-hari terakhir di sekolah.

Saat aku keluar gedung sekolah, kulihat langit mulai mengabu. Perlahan namun pasti, tetesan air jatuh dari langit, mengiringi kegembiraan kami. Hari ini, aku tak peduli lagi kalau bajuku basah kuyup dan tak kering. Baju basah tak ada apa-apanya dibanding lelahnya dalam belajar menghadapi ujian. Mungkin terlalu berlebihan, tapi itulah kenyataannya. Tepatnya, kenyataanku.

Tiba-tiba di tengah candaan yang dilontarkan kawan-kawanku, dia melintas di hadapanku. Dia adalah salah satu orang penting dalam kehidupanku di kelas enam. Aku tertegun sejenak.

Rabu, 01 Januari 2014

Tahun Baru 2014!

Haaaaiiii semuanya! Hari ini dah taun baru yaaa ;_; waktu berjalan terlalu cepat. Tiba-tiba aja 2014, padahal rasanya kemarin baru aja 2013....
Semoga aja di taun ini aku, eh, kita semua bakal better person ya ^^ amiinn. 2013 itu tahun berkesan banget buatku. Banyak pengalaman baru yang kudapat selama tahun ini. Pengalaman manis, pahit, asem, asin, pedes, semuanya ada di 2013. Tahun ini salah satu tahun paling spesial seumur hidupku.

Dan sebenarnya aku masih enggak nyangka kalo besok udah 2014. Perasaan baru kemaren deh ngerayain taun baru 2013 ... iihhhhh waktu aneh banget deh(?) :/ Yagitudeh. Rasanya gimana? Senenglah, alhamdulillah Allah masih membiarkan aku bernapas sampai tahun ini, dan semoga saja bisa terus sampai tahun-tahun berikutnya dan kuharap aku juga panjang umur sehat selalu. (kok jadi ngomong gini ya....)

Oke. Let’s talk about 2013!

Kamis, 19 Desember 2013

Flat.

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Hah. Guess what im feelin right now? Oh tu de mai tu de gat. #RIPenglish
Entahlah ya ... enggak bisa dideskripsikan. It feels flat.
Enggak ada kebahagiaan tapi enggak ada juga kesedihan.
Tau, lah. Hidup ini memang aneh. Aku benci.

Padahal kemarin rasanya aku bahagia sekali. Tapi hari ini semuanya sirna.
Ah, takdir curang. Tanpa rasa bersalah dia mengambil bahagia itu.
Tapi aku juga salah. Aku gagal mempertahankan sang bahagia. Aku enggak memperjuangkannya. Aku juga cuma duduk diam saat dia hilang.

Apa harus kutunggu sampai keajaiban datang padaku?
Apa harus kutunggu sampai nasib memihakku?
Apa menunggu adalah satu-satunya jalan?
Apa hidupku tetap datar seperti ini sampai nanti?

Oh, ayolah. Hidup itu untuk dinikmati—bukan untuk menunggu.

Jumat, 01 November 2013

Menyibukkan Diri

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Halooo! Kita ketemu lagi deh ya \m/
Btw, aku habis mid, nih. doakan, ya, supaya nilai-nilaiku bagus dan aku bisa mendapatkan peringkat yang kuharapkan ;_; (amiiin.)
Oh ya, aku selalu dikelilingi oleh tugas, loh ;_; sedih banget deh. Tapi tak apalah, ini kan nasib jadi anak smp yang menjadi korban kurikulum 2013 :”) yasudah, terima aja deh. *halaahh

Eh, aku lagi bikin novel solo, nih. Rencananya mau dikirim ke KKPK. Udah 26 halaman, loh! Targetku, sih, minimal 42 halaman. Dikit lagi selesai, nih! :D
Nulis itu enak loh. Enggak percaya? Silakan coba sendiri!
Oh ya, tau enggak? Pasti enggak tau. Mau tau? XDD

Selasa, 01 Oktober 2013

Cap Tiga Jari

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Hai... sebenernya aku bingung mau pos apa -.-
Jadi... hari Sabtu kemaren cap tiga jari. ish sinting seru banget uwooo
Pas pulang sekolah, aku ke SD sama temen-temenku naek angkot. Berani kan aku, hahah B)
yang bikin aku ketawa itu pas denger Salwa, temenku, bilang "Kita naik angkot ya? Yey! aku belom pernah sih naek angkot."
wkswkswks XDD

Jumat, 27 September 2013

Korban Kurikulum 2013

Halo, Assalamu 'alaikum! :)
Hai semuanya! Aku mau ngepos cerpen, nih. Cerpen nyata tentang diriku tercinta, hahaha .___.
Yaudah aku gamau bacot lagi XD cekidot!
***
“Aku bangga banget bisa sekolah di SMP Negeri 9 Palembang ini!” ucapku senang dalam hati. Soalnya, ini kan sekolah yang waw-waw-waw banget! \m/ (wakakak)
Ini adalah bulan Agustus alias bulan kedua aku bersekolah di sini. Di bulan Juli, aku dan teman-teman sekelasku, VII.10, belum belajar secara serius, alias waktu belajar lima jam di sekolah dalam sehari itu jarang diisi dengan pelajaran. Seringkali gurunya enggak masuk kelas. Dengar-dengar, sih, di bulan Agustus ini belajar secara serius baru akan dilakukan.

Aku membuka pintu kelasku yang terletak di lantai dua. “Assalamu alaikum!” seruku riang.
Aku melangkahkan kaki ke dalam kelas, dan kudengar jawaban salam dari teman-temanku.